Cirisajak wanita dan laut. Kita telah membahas tentang apa itu puisi dan apa saja ciri-cirinya. Hari pertama ia menempuh 90 km. Ø Radio Masyarakat cerpen Ø Raja Kecil Bajak Laut di Selat Malaka roman Ø Manusia Baru sajak Ø Lukisan sajak Ø Seruan Nafas sajak 25715 Waluyati Dalam Angkatan 45 ada seorang penyair wanita bernama Waluyati menyiraminyadan selalu menatapnya dengan pandangan cinta itu kini wajahnya anggun dan dingin, menanggalkan kelopaknya selembar demi selembar dan membiarkannya berjatuhan menjelma pendar-pendar di permukaan kolam Perahu Kertas, Kumpulan Sajak, 1982. Padamu Jua Oleh : Amir Hamzah Habis kikis segala cintaku hilang terbang pulang kembali aku padamu Listento Sajak Sajak Kecil Tentang Cinta by Dua Ibu, 24 Shazams, featuring on Folk-Pop Acoustic in Indonesia Apple Music playlist. Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu. Mencintai angin harus menjadi siut .... Mencintai air harus menjadi ricik .... Mencintai gunung harus menjadi terjal .... Mencintai api harus menjadi jilat .... Mencintai cakrawala harus menebas jarak .... Mencintai mu harus menjadi aku .... Sajak ini ditulis oleh pengarang puisi favorit ku, Sapardi Djoko Damono .... banyak karya nya yang di musikalisasikan, seperti Hujan di bulan Juni dan lain-lain, tetapi musikalisasi yang dinyanyikan oleh Ari dan Reda ini sungguh terasa lebih "menyentuh" hati, mempunyai sensasi tersendiri di hati. Hanya 1 bait dengan 6 baris, tidak banyak .... kecil ....tetapi cobalah di baca, di dengarkan, di pahami, puisi ini mempunyai makna yang sangat dalam sekali. Puisi ini bertema cinta, lebih tepat perasaan mencintai, mencintai dengan segala resikonya, kekurangan dan kelebihan sesuatu yang kita cintai. Cinta yang dimaksud bisa saja jadi berbeda menurut penafsiran tiap orang, bisa mencintai kepada seseorang cinta orangtua terhadap anaknya atau sebaliknya, cinta kepada Allah, atau cinta seseorang terhadap lawan jenisnya. Mencintai gunung harus menjadi terjal .... jika mencintai gunung, berarti kita harus siap dengan keterjalannya. Mencintai cakrawala harus menebas jarak .... kata yang dipilih adalah menebas, bermakna jika kita mencintai cakrawala ... berarti kita harus menebas jarak yang membentang. Dan klimaksnya ada di baris terakhir Mencintaimu harus menjadi aku dimaknai sebagai berikut ... Bahwa untuk bisa mencintai sesuatu tersebut, maka kita harus siap mejadi bagian dari yang kita cintai. Jika kita mencintai Sang Pencipta .... berarti kita harus menjadi seperti seperti apa yang diinginkan oleh Sang Pencipta. Begitu pula jika mencintai seseorang, kita harus menjadi diri sendiri, bukan kamu atau kalian ... karena yang mencintaimu adalah AKU, bukan orang lain atau siapapun itu...mencintai kamu dengan semua kelebihan dan kekuranganmu. Kita bisa menikmati musikalisasi puisi "SAJAK KECIL TENTANG CINTA" yang dinyanyikan Ari Reda untuk Sapardi Djoko Damono. Ilustrasi Cinta Iklan Puisi adalah suatu karya sastra tertulis dimana isinya merupakan ungkapan perasaan seorang penyair dengan menggunakan bahasa yang bermakna semantis serta mengandung irama, rima, dan ritma dalam penyusunan larik dan baitnya. Beberapa ahli modern mendefinisikan puisi sebagai perwujudan imajinasi, curahan hati, dari seorang penyair yang mengajak orang lain ke dunianya’. Meskipun bentuknya singkat dan padat, umumnya orang lain kesulitan untuk menjelaskan makna puisi yang disampaikan dari setiap baitnya. Puisi sendiri memiliki banyak makna yang mendalam, mulai dari diskusi tentang kehidupan, cinta, hubungan, dan lainnya. Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang paling populer di semua kalangan, karena bahasa dan maknanya yang indah. Tak ayal, puisi selalu menjadi sesuatu yang menarik perhatian banyak orang. Karya sastra merupakan hasil dari pemikiran, perenungan, dan penghayatan terhadap sebuah realitas sosial yang terjadi. Dalam dunia sastra, siapasih yang tidak kenal dengan Sapardi Djoko Damono? Nama Sapardi Djoko Damono sudah tidak asing lagi terdengar dikalangan dunia sastra di Indonesia. Sapardi Djoko Damono juga biasa kita kenal sebagai sastrawan yang sangat handal. Sudah banyak karya sastra yang beliau hasilkan, baik berupa novel, cerpen, maupun sajak yang telah beliau buat. Salah satu puisi Sapardi Djoko Damono adalah “Sajak Kecil Tentang Cinta” terdapat dalam buku Sapardi berjudul “Melipat Jarak” yang diterbitkan pada tahun 2015. Pada kesembatan kali ini kupas lebih dalam makna dari puisi Melipat Jarak. Sajak Kecil Tentang Cinta Karya Sapardi Djoko Damono Mencintai angin harus menjadi siut Mencintai air harus menjadi ricik Mencintai gunung harus menjadi terjal Mencintai api harus menjadi jilat Mencintai cakrawala harus menebas jarak Mencintaimu harus menjadi aku Puisi ini mempunyai makna yang sangat dalam sekali. Puisi ini bertema cinta, lebih tepat perasaan mencintai, mencintai dengan segala resikonya, kekurangan dan kelebihan sesuatu yang kita cintai. Cinta yang dimaksud bisa saja jadi berbeda menurut penafsiran tiap orang, bisa mencintai kepada seseorang cinta orangtua terhadap anaknya atau sebaliknya, cinta kepada Allah, atau cinta seseorang terhadap lawan jenisnya. Dari larik 1—4 terdapat diksi “harus menjadi” pada larik sebelum terakhir ini muncul diksi “harus menebas”. Mencintai cakrawala harus menebas jarak. Apa sih hubungan antara cakrawala dengan jarak? Ada jarak yang sangat jauh antara bumi tempat berpijak dengan cakrawala, untuk menggapai cakrawala harus menebas jarak yang jauh bin sulit. Apakah untuk bias bersamamu aku harus melakukan Mission Impossible seperti Ethan Hunt? Larik terakhir biasanya menjadi klimaks dan Sapardi memilih “Aku” sebagai klimaks. Mencintaimu harus menjadi Aku. Setelah menghadapi berbagai hal, Sapardi berhasil menyadarkan pembaca untuk love yourself jauh sebelum era Justin Bieber dan BTS. Karena pada akhirnya dengan menjadi diri sendiri, karena sebelum mencintai orang lain harus mencintai diri sendiri. Bahwa untuk bisa mencintai sesuatu tersebut, maka kita harus siap mejadi bagian dari yang kita cintai. Jika kita mencintai Sang Pencipta berarti kita harus menjadi seperti apa yang diinginkan oleh Sang Pencipta. Begitu pula jika mencintai seseorang, kita harus menjadi diri sendiri, karena yang mencintaimu adalah AKU, bukan orang lain atau siapapun yang mencintai kamu dengan semua kelebihan dan kekuranganmu. Ikuti tulisan menarik Nurhasanah lainnya di sini. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Mencintai angin harus menjadi siut Mencintai air harus menjadi ricik Mencintai gunung harus menjadi terjal Mencintai api harus menjadi jilat Mencintai cakrawala harus menebas jarak Mencintaimu harus menjelma akuSapardi Damono * Mencintai angin harus menjadi siut~Sapardi ~SN~ Angin, itukah namamu? Jika iya, mengapa bilik tak pernah bosan mencintaimu Di sini tlah terbang berkali-kali, berdesing tak hanya sekali Ya, kau bawa aku bernyanyi bersama nyaring siulanmu Jadi pandaikah aku bila aku menjelmamu? Karena berkali-kali pula, berbagai prahara cinta kau tebaskan Lunglai berulang-ulang hingga batin menciut sakit Tak ubahnya Gejolak kasmaran bertubi-tubi datang dan datang kembali Sudah pantaskah aku berada di sampingmu, Angin? Jatuh dan bangun sekian kali pada satu nama;Angin * Mencintai air harus menjadi ricik ~Sapardi~ ~SN~ Air, Ya seperti itu aku mencintaimu, mengalir.. Aku pun teringat kecupan-kecupan nakalmu di musim dingin saat itu Bisikan-bisikan cintamu menyeruak, beningkan hati keruh Samudera, katamu tak bisa pisahkan kita karena Ujung-ujungnya kita kan bertemu, tak usah hirau ia bergemericik tenang atau deras “Itulah aku sebagai air, pasang surut itu hanyalah sebuah kisah tuk memenuhi perjalanan kita,”ucap kekasihku, Air.. * Mencintai gunung harus menjadi terjal ~Sapardi~ ~SN~ Gunung, benarkah harus menggapaimu menapaki curam? Bukankah kau berdiri tegak gagah untuk hanya menarik perhatianku? Jika begitu, mengapa harus ada keringat keluar dan penjuangan tiada henti? “Cinta itu perlu pembuktian. Bila pengorbananmu diberi tanda penghargaan, berarti kau cinta aku,” itu alasanmu, sayangku, wahai sang gunung. “Lalu, bagaimana pembuktianmu terhadap aku, kekasih?” tanyaku. “Aku ciptakan tebing dari kedua kakiku, sebagai penyanggah ketika kau lemah, dan tubuhku terbentang luas, aku buat untuk memelukmu erat sekaligus memberimu kenyamanan. sejuknya aku agar kita selalu berhawa kasmaran.” “Aku adalah lawan jenismu, terlahir mencintaimu, dan tak ada cinta tanpa terjal. aku pun lahir penuh terjal, biar dunia tahu, cinta itu harus menjadi kokoh sampai akhir jaman merenggut kita dari alam,” lanjutmu, pangeran gunung. * Mencintai api harus menjadi jilat ~Sapardi~ ~SN~ Ah, kobaran asmara amat bergeliat di dinding sukma Tak kuasa menahan liukan gelora, menarikku turut terbakar Cahaya menari di pusaran, tak henti merayu dan menggoda Mencintaimu, aku hangus. Namun tak pudar, melainkan tergenggam Menyatu dalam baramu. Aku dan kau menjadi Api. Meletup rongga bahagia. Di udara menari semangat tuk selalu bangun mendekap cinta dan kehidupan. Begitulah seharusnya hidup, saling menjalar satu sama lain, hanya tuk menyatu. Ya, aku dan kau, adalah satu. * Mencintai cakrawala harus menebas jarak ~Sapardi~ 1 2 Lihat Puisi Selengkapnya

sajak sajak kecil tentang cinta